Aturan Penulisan Kata Ulang (Bentuk Ulang) - Edutorial

Aturan Penulisan Kata Ulang (Bentuk Ulang)

Posting Komentar
Dalam Bahasa Indonesia sangat banyak sekali kata ulang. Pengulangan/reduplikasi dalam Bahasa Indonesia bersifat produktif dan itu dapat menambah kekayaan perbendaharaan kata dalam Bahasa Indonesia. Namun perlu diperhatikan bahwa kata ulang mempunyai aturan penulisan yang perlu kita terapkan. Berikut adalah aturan penulisan kata ulang/bentuk ulang berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
  1. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
    Contoh:
    anak-anak biri-biri
    buku-buku          cumi-cumi
    hati-hati               kupu-kupu
    kuda-kuda          kura-kura
    lauk-pauk            berjalan-jalan
    mondar-mandir    mencari-cari
    ramah-tamah    terus-menerus
    sayur-mayur      porak-poranda
    serba-serbi         tunggang-langgang
Catatan:
Bentuk ulang yang berupa gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama.
Contoh:
surat kabar → surat-surat kabar
kapal barang → kapal-kapal barang
rak buku → rak-rak buku
kereta api cepat → kereta-kereta api cepat
Dengan demikian kita tidak boleh menulis kata ulang tanpa tanda hubung dan tidak boleh mengulang kedua unsur dalam pengulangan gabungan kata.
Demikianlah aturan/kaidah penulisan kata ulang/bentuk ulang berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Sumber:
Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Edisi Keempat, (Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016) hlm. 18

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter