bagaimana menjaga komitmen persatuan

Bagaimana Menjaga Komitmen Persatuan

Bagaimana Menjaga Komitmen Persatuan? Sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita harus menjaga komitmen persatuan. Kita semua sudah berkomitmen untuk bersatu. Kapan kita berkomitmen? Salah satu sila dalam Pancasila berbunyi persatuan Indonesia. Dengan demikian semua warga Indonesia tak terkecuali harus bersatu. Jika tidak, itu artinya sudah melakukan pelanggaran terhadap pancasila.

Baca Juga: Mengapa Persatuan Sangat Penting bagi Bangsa Indonesia?

Komitmen adalah perjanjian atau keterikatan serta tanggung jawab untuk melakukan sesuatu. Jadi komitmen persatuan adalah perjanjian atau keterlibatan serta tanggung jawab untuk bersatu. Karena kita semua telah berkomitmen untuk satu. Terkadang muncul gejolak di masyarakat atau di dalam diri yang dapat menimbulkan perpecahan. Untuk itu kita semua harus menjaga komitmen persatuan yang telah kita sepakati. Lalu Bagaimana cara menjaga komitmen persatuan? itulah yang akan dibahas dalam tulisan ini.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga komitmen persatuan:

Saling menghormati

Setiap orang mempunyai pemikirannya masing-masing. Adakalanya terdapat orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan orang lain dan adakalanya terdapat orang yang memiliki pemikiran yang berbeda dengan orang lain. Dapat dibayangkan Bagaimana jika setiap orang atau kelompok tersebut mementingkan egonya dan memaksakan pendapatnya kepada orang lain? Tentu itu akan menimbulkan konflik atau pertikaian bahkan apabila membesar bisa menyebabkan peristiwa yang lebih serius dan berbahaya. Untuk itulah kita harus memiliki sifat saling menghormati pendapat. Tentunya kita juga harus saling menghormati perbedaan yang ada bukan hanya perbedaan pendapat saja.

Saling menghargai

Selain saling menghormati, kita juga harus saling menghargai antar sesama salah satunya menghargai pendapat. Kita tidak boleh mengabaikan atau menyepelekan pendapat dan pemikiran orang lain serta perbedaan yang ada. Kita juga harus mendengarkan, menanggapi, serta memberikan respon positif atas pemikiran atau pendapat orang lain.

Tenggang rasa

Kita memang harus saling menghormati dan saling menghargai terhadap orang atau kelompok lain. Akan tetapi itu sifatnya dua arah. Jadi kita memang harus menghormati dan menghargai orang atau kelompok lain, dan kelompok lain juga harus menghormati dan menghargai kita. Kita tidak harus selalu memberikan respon positif atas semua hal. Apabila pendapat atau pemikiran orang lain itu sangat bertentangan dengan pemikiran kita, kita boleh saja mengkritik orang atau kelompok lain, akan tetapi kita harus melakukannya dengan tenggang rasa. Artinya kita harus menyampaikan kritik dan saran itu dengan tetap menjaga perasaan orang lain.

Berpikir positif

Untuk menjaga komitmen persatuan, kita juga perlu berpikir positif. Kita tidak boleh berpikiran negatif atau berburuk sangka kepada orang atau kelompok lain. Jika kita selalu bersuuzhan pada orang lain tentu orang itu akan bereaksi negatif atas sikap kita dan itu dapat menimbulkan perpecahan.

Jangan mudah diadu domba

Zaman sekarang cukup banyak ujaran-ujaran kebencian yang menyudutkan suatu kelompok. Tak jarang terdapat informasi palsu atau hoax serta fitnah di sana sini. kita tidak boleh langsung percaya terhadap informasi yang kita terima secara mentah-mentah apalagi jika informasi itu tidak jelas sumbernya dan terlihat meragukan. Kita perlu bertabayun dan mengecek kebenaran dan keakuratan berita atau informasi yang kita terima.

Jangan fanatik buta

Kita sebagai bagian dari suatu golongan atau kelompok tertentu boleh saja kita fanatik. Kita boleh saja fanatik tetapi kita tidak boleh fanatik buta.

Semangat nasionalisme

Kita harus menumbuhkan rasa semangat nasionalisme. Kita boleh saja memiliki semangat kedaerahan, tetapi kita juga harus memiliki semangat nasionalisme demi menjaga persatuan dan kesatuan republik Indonesia. Kita harus memiliki rasa cinta terhadap negara kita dan membela negara kita dari berbagai ancaman.

Jangan bersikap atau berperilaku yang dapat menimbulkan perpecahan

Kita tidak boleh bersikap atau berperilaku yang dapat menimbulkan konflik terhadap orang atau kelompok lain. Namun bagaimana jika orang lain atau kelompok lain melakukan itu? Jika seperti itu, kita serahkan kepada pihak yang berwajib seperti kepolisian atau TNI. Kita tidak boleh menghakimi sendiri. Kita boleh ikut serta dalam meredam dan meredakan gejala atau konflik yang muncul dengan cara musyawarah atau perundingan.

Itulah bagaimana menjaga komitmen persatuan yang bisa kita lakukan.

Berlangganan via Email

Subscribe
Notifikasi
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Hosting Unlimited Indonesia