5 Bukti bahwa Penggunaan Plastik Terus Meningkat

Seberapa sering kamu menemui penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari? Jangan-jangan, kamu sendiri sering menggunakan plastik? Wajar saja, terlepas dari efek negatifnya, penggunaan plastik memang sudah menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan modern saat ini.

Kalau dipikir-pikir, penggunaan plastik ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Gak percaya? Ini bukti bahwa penggunaan plastik terus meningkat:

1. Makin banyaknya minuman dalam kemasan botol plastik

Dahulu sekitar tahun 2000-an awal, banyak minuman bermerek terkenal yang menggunakan botol kaca isi ulang sebagai kemasannya. Sebut saja merek seperti Fant*, Coc*-Col*, spr*t*, dan t*h bot*l sosr*. Dulu, jika kita mau membeli minuman tersebut, maka hanya minumannya yang kita beli, sedangkan botolnya kita kembalikan.

Penggunaan botol isi ulang ini dapat membantu meminimalkan penggunaan plastik. Namun sekarang, tampaknya merek-merek terkenal tersebut tidak lagi menggunakan botol isi ulang. Kini minuman-minuman tersebut dikemas menggunakan botol plastik sekali pakai. Bisa jadi, hal itu dilakukan agar lebih higienis. Namun efek sampingnya, penggunaan plastik pun terus meningkat.

2. Makin banyaknya jumlah penduduk

Penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Untuk membuktikannya, silakan googling dan lihat hasil sensus penduduk tahun 2000, 2010, dan 2020. Populasinya meningkat bukan?

Tidak hanya Indonesia, jumlah penduduk dunia pun terus mengalami peningkatan. Meskipun ada negara yang jumlah penduduknya stagnan dan ada juga yang berkurang, tetapi jumlah total manusia di dunia terus bertambah.

Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya jumlah penggunaan suatu barang termasuk plastik. Coba bayangkan, berapa sampah plastik yang kamu hasilkan dalam sehari? Lalu, bagaimana jika yang menghasilkan sampah plastik bukan cuma kamu, tetapi juga orang-orang dari berbagai tempat? Ini menjadi bukti kalau penggunaan plastik terus meningkat seiring meningkatnya jumlah manusia.

Sebenarnya, ada kok orang-orang yang menghindari penggunaan plastik. Sayangnya, populasi mereka masih sedikit. Semoga dengan digalakkannya sosialisasi untuk mengurangi penggunaan plastik, semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya meminimalisir penggunaan plastik.

3. Penggunaan bahan alami yang semakin jarang

Apakah orang-orang zaman dahulu menggunakan plastik? Tidak, bukan? Namun, coba lihat sekarang! Penggunaan plastik adalah hal yang biasa di masyarakat. Kini, penggunaan daun pisang atau daun lainnya telah banyak digantikan oleh kertas minyak dan plastik bungkus. Pada kertas minyak sendiri, sebenarnya terdapat plastik tipis yang melapisinya.

4. Orang-orang menggunakan plastik karena murah dan awet

Kita dapat menjumpai aneka barang yang terbuat dari plastik. Ada lemari plastik, ada kursi plastik, ada meja plastik, ada toples plastik, ada pintu plastik, apa-apa plastik. Barang-barang dari bahan plastik umumnya lebih murah daripada barang yang dibuat dari bahan lain seperti kayu.

Plastik bersifat anti rayap dan anti karat. Selain itu, plastik juga ringan sehingga lebih mudah dipindahkan. Jadi selain murah, plastik juga awet dan memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan bahan kayu dan logam. Meski begitu, barang yang terbuat dari plastik juga bisa patah dan rusak.

5. Semakin banyaknya sampah plastik di lautan

Pernahkah kamu lihat di media sosial berbagai foto ilustrasi tentang terganggunya makhluk air akibat sampah plastik yang mencemari lingkungan? Ada singa laut yang lehernya terjerat plastik, penyu yang memakan plastik, kepiting yang terperangkap di dalam plastik, dll.

Entah rekayasa atau bukan, tetapi fakta mengenai sampah plastik yang mencemari lautan memang benar adanya. Ada kok beritanya di media nasional Indonesia tentang ditemukannya sampah plastik di perut ikan. Bahkan, ada juga berita tentang sampah dari Indonesia yang hanyut hingga ke pantai Phuket Thailand. Miris, bukan?

Itulah beberapa bukti bahwa penggunaan plastik terus meningkat. Perlu adanya kesadaran bagi kita tentang bahaya penggunaan plastik secara berlebihan.

Subscribe
Notifikasi
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar