Cara penulisan footnote yang benar perlu diketahui oleh para mahasiswa atau orang yang berkecimpung dalam penulisan karya ilmiah. Bagi Anda yang mahasiswa, membuat karya ilmiah adalah kegiatan yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan. Footnote adalah salah satu unsur yang terdapat dalam karya ilmiah. Untuk dapat membuat karya ilmiah yang baik dan benar, tentunya Anda juga harus bisa membuat footnote dengan benar.

Cara Penulisan Footnote Dari Buku yang Benar

Apa itu footnote?

Footnote atau catatan kaki adalah catatan yang terdapat pada bagian bawah halaman teks yang berupa sumber suatu kutipan, pendapat, atau keterangan penulis tentang sesuatu hal yang terdapat dalam teks. Footnote tidak selalu berupa referensi dari buku tetapi juga bisa berupa keterangan wawancara, pidato di televisi, dan lain sebagainya.

Metode Penulisan Footnote

Footnote bisa berupa sumber kutipan yang diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, majalah, dan lain sebagainya. Penulisan footnote perlu disesuaikan dengan sumber data yang digunakan. Namun kali ini Edutorial hanya akan membahas tentang penulisan footnote dari buku, adapun penulisan footnote dari sumber yang lain akan dibahas pada kesempatan lain.

Footnote Dari Buku

Penulisan footnote dari buku mengikuti urutan sebagai berikut:

1Nama Penulis, Judul Buku, (Kota Penerbit: Nama Penerbit, tahun terbit), hlm. nomor halaman.

Berikut adalah penjelasannya:

  1. Berikan jarak terlebih dahulu agar footnote menjorok seperti paragraf dengan cara memencet tombol tab.
  2. Yang pertama adalah nomor footnote yang biasanya sudah otomatis di Microsoft word atau software sejenisnya. Namun perlu diingat bawa nomor footnote harus urut dan berkesinambungan. Jadi jika setiap bab dalam karya ilmiah ditulis dalam file yang berbeda, maka penulisan footnotenya harus disesuaikan dengan urutan. Karena jika belum diurutkan, footnote yang ada pada bab 2 akan dimulai lagi dari nomor 1 bukan melanjutkan dari bab 1. Maka perlu diatur terlebih dahulu agar setiap footnote dalam setiap bab yang terpisah tersambung dan berurutan.
  3. Nama penulis ditulis langsung setelah nomor footnote dengan tanpa spasi. Microsoft word biasanya secara otomatis menambahkan spasi setelah nomor footnote, maka Anda perlu menghapus spasi tersebut. Nama penulis ditulis sebagaimana aslinya (tidak mendahulukan nama belakang), Nama penulis tidak perlu dikasih gelar ataupun pangkat.
  4. Setelah Nama penulis, berikan tanda koma lalu tulis judul buku. Judul buku harus dicetak miring, lalu diikuti lagi dengan koma.
  5. Lalu berikan tanda kurung buka, lalu kota penerbit dan diikuti titik dua, kemudian tulis nama penerbit dan tanda koma, lalu akhiri dengan kurung tutup.
  6. Setelah itu berikan informasi nomor halaman dengan menggunakan huruf hlm lalu titik, spasi, lalu nomor halaman dan titik lagi.
  7. Jangan lupa atur perataan foot note menjadi justify atau rata kanan dan kiri.

Contoh penulisan footnote dari buku:

1Harimurti Kridalaksana, Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama), hlm. 27.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *