Contoh Kalimat Subjek-Predikat-Objek (Kalimat Berpola S-P-O)

Untuk membuat kalimat, kita harus tahu bagaimana cara membuat kalimat yang baik dan benar. Kita juga harus tahu apa saja bentuk-bentuk pola kalimat. Ada kalimat yang berpola S-P, S-P-Pel, S-P-K, S-P-O, dan lain sebagainya. Khusus pada postingan ini, kita akan belajar tentang pengertian dan contoh kalimat subjek-predikat-objek (kalimat berpola S-P-O)

Kalimat berpola S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) adalah kalimat yang unsur-unsurnya terdiri dari dari Subjek, Predikat, dan Objek. Jadi, tidak ada unsur keterangan pada pola kalimat ini. Apabila ada unsur keterangan, maka tidak lagi disebut dengan S-P-O, melainkan S-P-O-K.

Untuk bisa menyusun kalimat berpola S-P-O, kita harus tahu dahulu pengertian dan karakteristik unsur-unsurnya. Kita harus tahu apa itu Subjek, Predikat, dan Objek. Dan bagaimana karakteristik ketiga unsur kalimat tersebut dalam kalimat berpola S-P-O.

Subjek

Subjek adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara. Subjek disebut juga dengan pokok kalimat. Misalnya, saya ingin membicarakan sesuatu tentang kucing. Kemudian saya menjadikan kucing itu sebagai subjek pada kalimat yang akan saya buat.

Misalnya saya membuat kalimat seperti ini:

Kucing memakan ikan.

Kata kucing pada kalimat di atas berposisi sebagai subjek. Karena, saya sedang membicarakan kucing dan kucing itulah pokok pembicaraannya.

Predikat

Predikat adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan pembicara tentang subjek. Pada contoh kalimat “Kucing memakan ikan.”, kata memakan berposisi sebagai predikat.

Predikat adalah informasi mengenai subjek. Setelah subjek harus ada predikat. Sebab, dalam sebuah kalimat, minimal harus ada subjek dan predikat.

Objek

Objek adalah kata benda yang melengkapi kata kerja transitif dalam kalimat. Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan objek.

Baca Juga:  10 Contoh Paragraf Deduktif

Pada kalimat “Kucing memakan ikan.” Kata ikan berkedudukan sebagai objek. Kata ikan melengkapi kata memakan dengan begitu kalimatnya pun menjadi lengkap.

Kata memakan tidak bisa berdiri sendiri, sebab, kata tersebut merupakan kata kerja transitif. Jadi, harus ada objek yang menyertainya.

Kita tidak bisa mengatakan “Kucing memakan.”, sebab ada unsur yang kurang dalam kalimat tersebut. Harus ada objek setelah kata memakan untuk melengkapi kalimat tersebut. Misalnya: “Kucing memakan ikan.” atau “Kucing memakan tikus.

Hal itu berbeda dengan kalimat “Kucing berantem.

Kalimat “Kucing berantem.” tidak perlu diikuti objek karena kata berantem merupakan kata kerja intransitif, yakni kata kerja yang tidak membutuhkan objek.

Karakteristik Subjek dan Predikat dalamKalimat Berpola S-P-O

Setelah mengetahui apa itu subjek, predikat, dan objek, kita perlu mengetahui karakteristik subjek dan predikat dalam kalimat berpola S-P-O. Hal ini, supaya memudahkan kita dalam membedakan subjek dan predikat dalam pola kalimat S-P-O dengan pola kalimat lainnya.

Dalam kalimat berpola S-P-O, subjek berperan sebagai pelaku. Hal ini berbeda dengan pola kalimat lainnya. Dalam pola kalimat lain, subjek tidak selalu berupa pelaku. Sedangkan dalam kalimat berpola S-P-O dan S-P-O-K, subjeknya selalu berupa pelaku. Hal itu karena predikatnya yang berupa kata kerja transitif.

Dalam kalimat berpola S-P-O dan S-P-O-K, predikatnya selalu berupa kata kerja transitif (verba transitif). Meskipun begitu, verba transitif tersebut bisa diikuti adverbia sehingga membentuk frasa.

Perhatikan contoh kalimat subjek-predikat-objek berikut:

Kucing mencuri ikan.

Kucing = Subjek yang berupa pelaku (pelaku pencurian)
Mencuri = predikat yang berupa verba transitif
Ikan = objek yang melengkapi verba transitif (mencuri).

Baca Juga:  Bagaimana cara menentukan ide pokok paragraf?

Cara Membuat Kalimat Berpola S-P-O (Subjek-Predikat-Objek)

Setelah mengetahui pengertian subjek, predikat, dan objek serta karakteristiknya dalam kalimat berpola S-P-O, kita akan belajar membuat membuat kalimat berpola S-P-O.

Berikut langkah langkah membuat kalimat berpola S-P-O:

1. Tentukan subjeknya

Pertama-tama, tentukan dahulu subjeknya. Subjek ini berperan sebagai pelaku. Subjek ini tidak harus berupa kata, tetapi bisa juga berupa frasa seperti: siswa baru, seorang murid, seekor ayam, siswi cantik, dan lain-lain.

Apabila kita menunjuk subjek tertentu, kita bisa menambahkan kata itu. Misalnya: guru itu, anak itu, dan lain-lain.

2. Tentukan predikatnya

Setelah menentukan subjek, langkah selanjutnya adalah menentukan predikat. Predikat kalimat berpola S-P-O harus berupa verba transitif. Tidak boleh berupa verba intransitif, atau kelas kata yang lain.

Meskipun demikian, kata kerja tersebut bisa diikuti adverbia seperti: sudah, telah, sedang, akan, dll. sehingga menjadi frasa adverbial. Jadi, predikatnya bisa berupa frasa, tidak harus kata.

3. Tentukan objeknya.

Supaya kalimatnya lengkap, predikatnya harus diikuti objek. Sebenarnya objek tidak selalu berupa kata, tetapi bisa juga berupa frasa.

4. Susunlah subjek, predikat, dan objek tersebut menjadi klausa.

Misalnya, subjeknya kucing, predikatnya memakan, dan objeknya ikan. Susunlah ketiga kata tersebut menjadi klausa, sehingga susunannya menjadi “kucing memakan ikan“.

5. Ubahlah klausa tersebut menjadi kalimat

Susunan “kucing memakan ikan“, meskipun sudah berpola S-P-O, tetapi belum bisa disebut kalimat. Susunan tersebut masih berupa klausa. Untuk mengubahnya menjadi kalimat, klausa tersebut harus diawali huruf kapital dan diakhiri tanda baca titik. Sehingga susunannya menjadi “Kucing memakan ikan.“.

10 Contoh Kalimat Subjek-Predikat-Objek (Berpola S-P-O)

Untuk mempermudah mengetahui mana subjeknya, mana predikatnya, dan mana objeknya, contoh -contoh di bawah ini telah ditandai dengan warna merah untuk subjek, hijau untuk predikat, dan biru untuk objek.

  1. Orang-orang itu sedang menebang pohon.
  2. Anak ayam itu mengikuti induknya.
  3. Saya sudah mengerjakan PR.
  4. Kakak membawa oleh-oleh.
  5. Si Inem menjual jamu.
  6. Siswa baru itu membeli buku.
  7. Anak itu membeli es krim.
  8. Siswi cantik itu mendatangi saya.
  9. Seorang laki-laki meminjam motor.
  10. Kamu telah membaca artikel ini.
Subscribe
Notifikasi
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar