Contoh Kalimat Tidak Efektif dan Pembetulannya Menjadi Kalimat Efektif

Admin

Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun menurut kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus ada dalam kalimat (subjek dan predikat); memperhatikan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia serta pemilihan kata (diksi) yang tepat dalam kalimat. kalimat yang seperti itu akan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.

Berikut adalah contoh-contoh kalimat yang tidak efektif dan pembetulannya sehingga menjadi kalimat efektif.
Rumahnya yang berada di kampung baru.
Kalimat tersebut tidak efektif karena tidak memiliki predikat yang jelas. Jika kata “yang” dihilangkan maka predikatnya jelas yaitu kata “berada”. Maka kalimat yang efektif adalah:
Rumahnya berada di kampung baru.
Hadirin serentak berdiri ketika mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Kalimat tersebut tidak efektif karena terjadi pengulangan subjek  yaitu pada kata “hadirin” dan “mereka” sehingga menjadi boros kata. Supaya efektif kalimat tersebut perlu diubah menjadi:
Hadirin serentak berdiri ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Perampok dan polisi itu saling kejar-kejaran.
Kesalahan pada kalimat itu terletak pada frasa “saling kejar-kejaran” sehingga menjadi tidak efektif. kata kejar-kejaran sudah mengandung makna “saling mengejar” sehingga jika ditambah kata “saling” menjadi “saling kejar-kejaran” maka penggunaan katanya tidak hemat. Supaya efektif, kalimat tersebut perlu diubah menjadi:
Perampok dan polisi itu saling mengejar.
Kemarin banyak para buruh yang melakukan demonstrasi.
Kalimat tersebut tidak efektif karena salah dalam penggunaan kata para. Kata para mengandung makna jamak (banyak) sehingga terjadi pemborosan kata, seharusnya;
Kemarin banyak buruh yang melakukan demonstrasi.
Banyak orang-orang yang demo akibat kenaikan harga BBM.
Kata orang-orang sudah jamak maka tidak perlu dijamakkan lagi dengan kata banyak. Kalimat yang efektifnya yaitu:
Banyak orang yang demo akibat kenaikan harga BBM.
Berkata jujur adalah merupakan perbuatan terpuji.
Kata adalah dan merupakan memiliki makna yang sama, yang seharusnya tidak digunakan secara berdampingan. Seharusnya gunakan salah satunya saja.
Berkata jujur merupakan perbuatan terpuji.
Pada era zaman  modern ini teknologi berkembang sangat pesat.
Pada kalimat tersebut terjadi pemborosan kata karena menggunakan dua kata yang memiliki arti yang sama yaitu pada kata zaman dan era. Seharusnya gunakan salah satunya saja menjadi:
Pada era modern ini teknologi berkembang sangat pesat.
Para hadirin semua yang sangat terhormat kami ucapkan terima kasih atas partisipasi yang telah diberikan.
Kalimat tersebut tidak efektif karena menggunakan kata-kata yang tidak perlu yaitu kata para, semua, dan sangat. Supaya efektif, ketiga kata itu perlu dihilangkan sehingga menjadi:
Hadirin yang terhormat kami ucapkan terima kasih atas partisipasi yang telah diberikan.
Kepada semua siswa peserta lomba, agar segera masuk ke dalam ruang seleksi.
Kalimat tersebut tidak efektif karena menggunakan kata-kata yang tidak perlu yaitu kata kepada, siswa, segera. Supaya efektif, ketiga kata itu perlu dihilangkan sehingga menjadi:
Semua peserta lomba, agar masuk ke dalam ruang seleksi.
Menurut berita di surat kabar, korban penyakit flu burung sudah sangat banyak sekali.
Kalimat tersebut tidak efektif karena terjadi pemborosan kata yaitu pada frasa “sangat banyak sekali”. Supaya efektif, cukup gunakan salah satu kata “sangat” atau “sekali” sehingga menjadi:
Menurut berita di surat kabar, korban penyakit flu burung sudah sangat banyak.
Dia datang dengan hanya membawa penyesalannya saja.
Kalimat tersebut tidak efektif karena terjadi pemborosan kata. Seharusnya cukup gunakan salah satu kata “hanya” atau “saja” sehingga menjadi:
Dia datang dengan membawa penyesalannya saja.
Soal itu siswa kurang jelas.
Kalimat tersebut tidak efektif karena terdapat dua subjek yaitu “soal itu” dan “siswa”. Supaya efektif, kalimat itu perlu diubah menjadi:
Soal itu bagi siswa kurang jelas.
Sejak dari pagi Andi duduk di depan komputer.
Kalimat tersebut tidak efektif karena terjadi pemborosan kata. Seharusnya cukup gunakan salah satu kata “sejak” atau “dari” sehingga menjadi:
Sejak pagi Andi duduk di depan komputer.
Karena Dina lapar Dina membeli makanan di kantin.
Kalimat tersebut tidak efektif karena terjadi pengulangan subjek yaitu “Dina”. Seharusnya kalimat itu ditulis:
Karena lapar, Dina membeli makanan di kantin.
Dimana kamu mendapatkan buah Apel itu?
Kata buah pada kalimat tersebut tidak perlu ditulis karena hanya membuat kalimat itu menjadi tidak efektif sebab terjadi pemborosan kata. Seharusnya:
Dimana kamu mendapatkan Apel itu?
Waktu dan tempat kami persilahkan.
Kalimat tersebut tidak efektif karena tidak logis. Kita tidak mempersilakan waktu dan tempat tetapi mempersilakan seseorang. Supaya efektif, kalimat itu perlu diubah menjadi:
Bapak bupati kami persilahkan.
Dikutip dari berbagai sumber dengan pengubahan seperlunya.
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pengertian dan Contoh Majas Metafora

Daftar Isi sembunyikan 1 Pengertian Majas Metafora 2 Contoh majas metafora dalam kalimat Pengertian Majas Metafora Majas Metafora adalah gaya Bahasa yang menggunakan kata atau frasa tertentu yang mana makna yang terkandung bukanlah makna sebenarnya melainkan makna kiasan yang berfungsi sebagai perbandingan terhadap maksud lain yang memiliki kesamaan dengan makna […]