Kasus Bullying di Lingkungan Sekolah, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Admin
Read Time2 Minutes, 44 Seconds

Kasus bullying di lingkungan sekolah sudah sering terjadi dan membuat korbannya takut, terkucilkan dan menjauhkan diri dari sekolah. Sebenarnya apa itu bullying? Apa penyebabnya? Apakah orang tua terlibat atas kasus bullying yang menimpa anaknya?

Pengertian Bullying

Bullying adalah bentuk pelecehan dan kekerasan yang ditujukan terhadap kelompok atau individu oleh kelompok atau individu lain yang lebih kuat. Bullying bisa dilakukan lewat pelecehan verbal seperti ejekan, penghinaan, atau serangan fisik .

Bullying bisa terjadi secara langsung, seperti mendorong, menendang, memukul, atau secara tidak langsung, seperti mengancam dan mengejek.

Penyebab Bullying

Sebelum kita membahas bagaimana cara mengatasi bullying, kita perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Berikut beberapa penyebab bullying:

  • Hubungan keluarga yang tidak berfungsi dan diabaikan.
  • Adanya penyakit mental seperti depresi .
  • Kecanduan perilaku agresif.
  • Kurangnya percaya diri dan kurangnya penampilan.
  • Faktor ekonomi di mana kemiskinan adalah salah satu sasaran bullying.
  • Mengajar siswa dengan cara tradisional dapat menyebabkan kasus bullying untuk menyelesaikan masalah.
  • Orang tua yang overprotektif.
  • Game online yang mengajarkan konsep berbahaya seperti menghancurkan lawan menggunakan beberapa cara.

Tanda-tanda Anak Menjadi Korban Bullying

Ketika anak-anak menjadi sasaran bullying di sekolah, mereka memiliki beberapa tanda yang bisa diamati, di antaranya:

  • Anak cenderung terisolasi dan sulit bergaul..
  • Anak menjauh dari teman-temannya.
  • Anak menjauhi kegiatan atau hobi favoritnya.
  • Suasana hati anak berubah-ubah.
  • Anak sering merasa takut, panik, dan cemas.
  • Ditemukan luka atau memar pada tubuh anak.
  • Anak kurang tertarik pada kegiatan sekolah dan sosial.
  • Anak mengabaikan pekerjaan rumahnya dan terlambat ke sekolah.
  • Anak bisa saja membawa beberapa benda tajam ke sekolah seperti pisau untuk melindungi dirinya.

Cara Mengatasi Bullying

Diperlukan kerja sama antara orang tua, administrasi sekolah dan guru untuk memerangi kasus bullying.

Peran Orang Tua:

  • Membesarkan anak-anaknya dengan etika hukum dan menanamkan motivasi keagamaan sejak dini.
  • Membesarkan anak-anaknya dengan akhlak yang baik seperti toleransi, rendah hati, menghormati, kerja sama, dan sebagainya.
  • Tingkatkan kepercayaan diri dan kekuatan pribadi sejak dini agar membantu mereka untuk menghargai diri sendiri.
  • Ciptakan lingkungan yang cocok untuk membesarkan anak-anak.
  • Dekati anak-anak dan beri mereka kesempatan untuk berbicara dan berdiskusi dengan Anda, terutama remaja dan kaum muda.
  • Perlu untuk memilih stasiun televisi yang tepat untuk anak-anak.
  • Hindari game yang mengajarkan kekerasan.
  • Jika terjadi bullying, cari penyebab bullying sehingga kita dapat mengatasinya.
  • Cari tahu kesulitan apa yang dihadapi anak di sekolah.
  • Berhati-hatilah, jangan menggambarkan anak sebagai pelaku bullying, kekerasan, atau terutama di depan teman sebaya atau orang lain pada umumnya.
  • Anak-anak harus didiskusikan dengan tenang sehingga orang tua dapat mengetahui alasan perilaku salah ini.
  • Manfaatkan waktu luang anak-anak Anda untuk melakukan kegiatan yang berguna, seperti belajar berenang, menunggang kuda, sepak bola, dan lain-lain.
  • Selalu pantau perilaku anak-anak saat online.
  • Ajari anak-anak latihan yang memperkuat otot dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Peran sekolah:

  • Sekolah harus menetapkan aturan ketat untuk mencegah pelecehan fisik dan psikologis.
  • Libatkan anak-anak dalam banyak kegiatan sosial sehingga mereka dapat bersosialisasi dan berkolaborasi dengan orang lain.
  • Sekolah harus menyediakan pekerja sosial atau guru bimbingan konseling untuk mengurangi kekerasan di kalangan siswa.
  • Sekolah harus mengembangkan solusi serius untuk masalah ini, serta menghukum mereka yang melakukannya.
  • Sekolah harus terus memantau anak-anak untuk memastikan mereka tidak ditakuti, diganggu, dan dilukai.
  • Imbaulah siswa untuk bekerja sama dan menyebarkan cinta di antara mereka.
  • Ajari anak-anak latihan yang memperkuat otot mereka dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.
  • Kesadaran harus disebarkan di antara para guru sehingga mereka dapat menghadapi fenomena ini dan membatasi penyebarannya.

Link Sumber

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

Buat kalian yang sudah menjalani hidup selama belasan atau puluhan tahun, Pernahkah kalian merasakan perbedaan kondisi masyarakat kita antara zaman dulu dengan zaman sekarang? Pasti ada bedanya, apalagi jika dibandingkan zaman sekarang dengan zaman dulu sekali seperti zaman penjajahan, dan zaman kerajaan. Kondisi sosial masyarakat kita berubah seiring perjalanannya waktu. […]
perubahan