Mencontek atau Menyontek

Bagaimana sebenarnya penulisan yang benar, apakah “mencontek” atau “menyontek”?

Penulisan yang benar adalah “menyontek” bukan “mencontek”. Mengapa demikian?

Kata “menyontek” berasal dari kata dasar “sontek” dengan awalan “meng-“. Jadi, kata dasarnya adalah “sontek” bukan “contek”.

Banyak orang sering menggunakan kata “contek” secara salah. Sebenarnya, kata ini bukanlah bentuk baku. “Contek” adalah bentuk tidak baku dari kata “sontek”. Jadi, yang benar adalah “sontek” bukan “contek”.

Selain itu, terdapat kata derivasi (turunan) yang benar dari kata “sontek”, yaitu “sontekan” bukan “contekan”, “menyontek” bukan “mencontek”, dan “penyontekan” bukan “pencontekan”.

Dalam bahasa Indonesia, terdapat hukum KPST, yaitu kata yang diawali dengan huruf K, P, S, dan T, serta huruf keduanya merupakan huruf vokal, akan mengalami perubahan bunyi ketika mendapatkan awalan “meng-” atau “peng-“.

Karena kata “sontek” diawali dengan huruf S dan huruf keduanya adalah huruf vokal, maka kata “sontek” akan mengalami perubahan bunyi ketika mendapatkan awalan “meng”, sehingga penulisannya menjadi “menyontek” bukan “mengsontek”.

Hal ini berlaku juga pada kata-kata lainnya yang diawali huruf KPST dan huruf keduanya berupa huruf vokal, misalnya:

meng- + sapu = menyapu
meng- + kalah = mengalah
meng- + kawal = mengawal
meng- + kejar = mengejar
meng- + pasang = memasang
meng- + panen = memanen
meng- + petik = memetik
meng- + sambut = menyambut
meng- + santap = menyantap
meng- + selam = menyelam
meng- + tatap = menatap
meng- + tagih = menagih
meng- + tebak = menebak

Jadi, itulah kenapa tulisan yang benar adalah menyontek bukan mencontek. Sebab, kata sontek adalah kata yang diawali huruf S sehingga luluh setelah mendapatkan awalan meng-.

Lalu mengapa ditulis menyontek bukan mengontek, memontek, atau menontek?

Awalan meng– mempunyai beberapa varian yaitu me-, mem-, men-, menge-, dan meny-. Masing-masing varian memiliki penggunaan yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat (Kalimat Kompleks)

Menurut Wikipedia, awalan meng– tetap ditulis meng– jika diikuti kata dasar yang huruf pertamanya berupa huruf vokal (a, i, u, e, o) dan huruf konsonan berikut: g, h, k, q, dan x. Namun, jika kata dasar yang mengikutinya berupa selain huruf-huruf tersebut, maka tidak lagi ditulis meng– melainkan ditulis menggunakan salah satu variannya. Aturannya sebagai berikut:

  • Me- digunakan untuk kata dasar yang diawali huruf: l, m, n, r, w, y.
  • Men- digunakan untuk kata dasar yang diawali huruf: c, d, j, t, z.
  • Mem- digunakan untuk dasar yang diawali huruf: b, f, p, v.
  • Meny- digunakan untuk kata dasar yang diawali huruf: s.
  • Menge- digunakan untuk kata dasar yang terdiri dari satu suku kata seperti bom, cat, dan pel.

Itulah mengapa kata sontek menjadi menyontek setelah diikuti awalan meng-. Sebab, kata sontek diawali huruf S sehingga meng– berubah menjadi meny-. Selain itu, karena kata sontek berawalan huruf S dan huruf keduanya berupa huruf vokal, maka berlaku kaidah KPST sehingga terjadi peluluhan fonem.

Subscribe
Notifikasi

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar