metode pola pengembangan paragraf
Bahasa Indonesia

Macam-macam Metode/Pola Pengembangan Paragraf


Macam-macam Metode/Pola Pengembangan Paragraf – Cara menyusun paragraf adalah dengan membuat kalimat utama yang mengandung gagasan utama terlebih dahulu. Setelah itu, kalimat utama dikembangkan dengan kalimat-kalimat penjelas sehingga membentuk satu paragraf yang serasi susunannya. Agar serasi, kalimat utama dan kalimat penjelas bisa dihubungkan dengan kata-kata transisi seperti menggunakan konjungsi, kata ganti, mengulang kata kunci, dan lain sebagainya.

Paragraf adalah kesatuan bahasa yang terdiri dari beberapa kalimat yang membentuk satu kesatuan yang menerangkan sebuah gagasan utama. Sebenarnya masing-masing kalimat memiliki sebuah maksud tersendiri karena kalimat merupakan kesatuan bahasa yang lebih kecil dari pada paragraf. Kalimat-kalimat yang menyusun sebuah paragraf saling berhubungan dan terkait untuk menerangkan topik yang dibahas dalam paragraf tersebut.

Baca juga: Apa Itu Gagasan Utama? Bagaimana Cara Menentukannya?

Pengembangan paragraf dilakukan berdasarkan sifatnya. Paragraf bisa dikembangkan dengan menggunakan sebuah pola tertentu dan bisa juga dengan menggabungkan dua pola atau lebih. Berikut adalah beberapa metode/pola pengembangan paragraf:

1. Kronologi

Kronologi atau alamiah adalah pola pengembangan paragraf dengan cara menyusun berdasarkan urutan waktu. Pengembangan paragraf dengan cara kronologi biasanya digunakan dalam paragraf narasi. Pengembangan ini dilakukan dengan menceritakan suatu peristiwa secara berurutan dari peristiwa pertama hingga peristiwa-peristiwa berikutnya.

Pengembangan paragraf dengan kronologi biasanya menggunakan kata-kata seperti: pertama-tama, awalnya, lalu, setelah itu, pada akhirnya, kemudian, dan lain sebagainya.

2. Ilustrasi

Ilustrasi adalah pengembangan paragraf yang digunakan dalam paragraf eksposisi. Ilustrasi memaparkan gambaran umum atau gambaran khusus mengenai suatu hal yang belum dimengerti oleh pembaca. Metode pengembangan paragraf dengan pola ilustrasi dilakukan oleh orang yang ingin memaparkan sesuatu yang dilihatnya. Kita bisa melihat contoh pengembangan paragraf dengan cara ini pada berita yang ditulis oleh wartawan.

Pemaparan disajikan secara berurutan dari yang terdekat hingga yang lebih jauh dari satu tempat ke tempat lainnya. Antara informasi satu dan informasi lainnya yang dipaparkan harus saling berkesinambungan agar bisa dimengerti oleh pembacanya.

3. Definisi

Pengembangan definisi dipakai ketika seseorang ingin menjelaskan pengertian istilah. Tujuannya supaya pembaca memahami dengan jelas apa apa yang dimaksud dengan istilah tersebut. Mula-mula istilah tersebut dijelaskan dalam satu kalimat utama dengan kalimat yang sederhana. Lalu kalimat utama tersebut dijelaskan lagi oleh kalimat-kalimat penjelas. Terkadang penjelasan ini terlalu luas sehingga penulis menjelaskannya dalam beberapa kalimat. Bahkan kalau satu paragraf tidak cukup, penulis akan menjelaskannya lagi dengan paragraf lain hingga beberapa paragraf. Jika demikian, kesinambungan dan keterpaduan antarkalimat dan antarparagraf harus dijaga.

Definisi berupa syarat-syarat tertentu mengenai suatu istilah atau konsep. Dalam definisi harus disertai batasan-batasan pengertian agar arti dari istilah tersebut tepat dan jelas.

Baca juga: Contoh Paragraf Deskripsi, Pengertian dan Ciri-cirinya

4. Analogi

Analogi adalah pola pengembangan paragraf dengan ilustrasi yang khusus. Pengembangan dengan cara ini berarti menjelaskan sesuatu dengan cara memperbandingkannya dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan. Biasanya pengembangan paragraf dengan pola analogi dipakai untuk menjelaskan sesuatu yang belum dikenal oleh pembaca dengan sesuatu yang lain yang sudah dikenal oleh pembaca.

5. Perbandingan dan pengontrasan

Perbandingan dan pengontrasan adalah pengembangan paragraf dengan cara membandingkan dan mempertentangkan dua hal yang setara dengan menyebutkan persamaan dan perbedaannya. Perbandingan dan pengontrasan adalah cara yang digunakan penulis untuk menjelaskan perbedaan dan persamaan antara dua orang, objek, gagasan, atau yang lainnya yang saling bertentangan dari aspek tertentu. Dua hal yang diperbandingkan yang dipertentangkan memiliki kesamaan dari segi tertentu dan memiliki perbedaan dari segi tertentu.

6. Sebab akibat

Pengembangan sebab-akibat adalah metode pengembangan paragraf yang mana hubungan antar kalimatnya membentuk sebab-akibat. Paragraf ini bisa terdiri dari satu sebab yang menimbulkan banyak akibat atau sebaliknya banyak sebab yang menimbulkan satu akibat. Gagasan utama paragraf bisa berupa sebab sedangkan kalimat-kalimat penjelasnya adalah akibat. Bisa juga sebaliknya, gagasan utamanya bisa berupa akibat dan kalimat-kalimat penjelasnya adalah sebab. Sebab atau akibat yang dijadikan gagasan utama bisa diletakkan di awal paragraf atau bisa juga di letakkan di akhir paragraf.

7. Contoh/pembatas satu persatu

Pengembangan contoh adalah metode pengembangan paragraf dengan cara berikan contoh-contoh dalam kalimat penjelasnya untuk menerangkan kalimat utama yang terlalu umum. Contoh-contoh tersebut kemudian bisa di jelaskan lebih lanjut dengan keterangan yang bisa memperjelas maksudnya.

8. Repetisi

Repetisi adalah pola pengembangan paragraf dengan cara mengulang-ulang pokok gagasan. Pokok gagasan yang ada di kalimat utama diulangi lagi pada kalimat-kalimat berikutnya. Kata atau gugus kata pada kalimat pertama diulangi lagi pada kalimat kedua dan seterusnya sehingga pembaca ingat akan informasi yang pernah dibacanya. Hal ini bisa dimaksudkan untuk menekankan pokok persoalan yang ada dalam paragraf tersebut.

9. Kombinasi

Pengembangan kombinasi adalah metode pengembangan paragraf dengan cara mengombinasikan beberapa metode pengembangan paragraf. Misalnya mengombinasikan repetisi dan analogi. Pengembangan paragraf dengan cara ini paling mudah dilakukan karena penulis bisa dengan leluasa menggunakan dua atau beberapa metode pengembangan paragraf.

Referensi:
Suladi, Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf, (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014)


Subscribe
Notifikasi
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar