Pengertian Kalimat Majemuk Bertingkat (Kalimat Kompleks)

  • Kalimat majemuk adalah kalimat yang terjadi dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu.
  • Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terjadi dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu, yang hubungan antarklausanya subordinatif; disebut juga kalimat kompleks.
  • Kalimat kompleks adalah kalimat majemuk bertingkat.
  • Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.
  • Klausa subordinatif yaitu klausa terikat.
  • Subordinasi adalah penggabungan dua unsur gramatikal dengan cara sedemikian rupa sehingga yang satu terikat kepada yang lain; hubungan antara klausa terikat dan klausa bebas dalam sebuah kalimat.

Sumber: KBBI

Perlu diketahui bahwa kalimat itu bisa dibagi dua yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa sedangkan kalimat majemuk terdiri dari dua klausa atau lebih. Jika kalimat majemuk terdiri dari dua klausa atau lebih yang hubungan antar klausanya subordinatif  atau salah satunya terikat dengan yang lain maka kalimat majemuk tersebut disebut dengan kalimat majemuk bertingkat atau kalimat kompleks.
Contoh:

Kamu harus belajar jika  kamu ingin pintar.

Bisa juga ditulis

Jika kamu ingin pintar, kamu harus belajar.

Kalimat di atas adalah kalimat majemuk bertingkat  atau kalimat kompleks dan terdiri dari dua klausa yaitu:
  • kamu harus belajar
  • kamu ingin pintar
Kedua klausa tersebut tidak setara melainkan salah satunya terikat dengan yang lain dalam hal ini klausa “kamu harus belajar” adalah klausa bebas atau induk kalimat sedangkan klausa “kamu ingin pintar” adalah klausa terikat atau anak kalimat yang terikat dengan klausa “kamu harus belajar”. Kedua klausa tersebut dihubungkan dengan konjungsi subordinatif yang berupa jika.
Konjungsi Subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat (klausa) yang kedudukannya tidak sederajat. Contoh: yang, agar, supaya, jika, kalau, seandainya, ketika, sejak, dll. (sumber: Wikipedia)
Tata cara penulisan kalimat majemuk setara mengikuti pola berikut:
  • induk kalimat + konjungsi + anak kalimat
Atau
  • konjungsi + anak kalimat + koma + induk kalimat

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat (Kalimat Kompleks)

  • Rani akan datang ke rumah Rina seandainya hari tidak hujan.
  • Roni sedang tidur ketika Reno datang ke rumahnya.
  • Tika menggosok gigi setiap pagi dan malam hari supaya giginya sehat.
Atau 
  • Seandainya hari tidak hujan, Rani akan datang ke rumah Rina.
  • Ketika Reno datang ke rumah Roni, Roni sedang tidur.
  • Supaya giginya sehat, Tika menggosok gigi setiap pagi dan malam hari.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *