Pengertian dan Contoh Kata Ulang Berubah Bunyi

Admin
Kata ulang berubah bunyi atau dwilingga salin suara adalah kata ulang hasil pengulangan/reduplikasi seluruh bentuk dasar tetapi salah satunya mengalami perubahan suara. Perubahan suara tersebut bisa berupa huruf vokal maupun konsonan atau kedunya. Kata ulang berubah bunyi atau dwilingga salin suara merupakan salah satu jenis kata ulang. Untuk jenis kata ulang yang lain bisa Anda baca di sini: Pengertian, Jenis-jenis dan Contoh Kata Ulang atau Reduplikasi

Berikut adalah contoh kata ulang berubah bunyi di dalam kalimat. Kata yang bercetak miring adalah kata ulang.

  1. Mulutnya komat-kamit mengucapkan sesuatu.
  2. Mira berbelanja buah dan sayur-mayur di pasar.
  3. Ira membelikan adiknya balon yang berwarna-warni.
  4. Kita harus bersatu dan jangan bercerai-berai!
  5. Dia orang yang misterius dan penuh teka-teki.
  6. Para warga sedang bergotong-royong membangun jembatan.
  7. Tuti sedang membuat kolak kolang-kaling.
  8. Fitri sedang makan nasi dan lauk-pauk.
  9. Ria kecapekan karena harus bolak-balik dari rumah ke kampus naik sepeda.
  10. Jakarta adalah kota yang sibuk dan penuh hiruk-pikuk.
  11. Jangan terpancing huru-hara yang tidak jelas.
  12. Saya curiga dengan orang itu yang gerak-geriknya aneh.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pengertian dan Contoh Kata Ulang Sebagian atau Dwipurwa

Kata ulang sebagian atau dwipurwa  adalah kata ulang hasil pengulangan/reduplikasi sebagian unsurnya. Contohnya yaitu kata lelaki yang merupakan bentuk pengulangan sebagian dari kata laki; contoh lainnya yaitu kata pepatah yang merupakan bentuk pengulangan kata patah. Yang diulang pada kedua kata tersebut adalah suku kata pertamanya kemudian mengalami pelemahan vokal. laki […]