Menurut KBBI, Reduplikasi adalah proses atau hasil perulangan kata atau unsur kata. Sedangkan kata ulang adalah kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi. Dalam bahasa Indonesia, ada berbagai jenis kata ulang. Berikut adalah macam-macam jenis-jenis kata ulang dalam bahasa Indonesia:

Kata Ulang/Reduplikasi Penuh atau Dwilingga

Kata ulang penuh atau dwilingga adalah kata ulang hasil pengulangan/reduplikasi seluruh unsurnya atau sebuah kata yang diulang secara utuh baik berupa kata dasar atau kata berimbuhan. Contoh: anak-anak, tahapan-tahapan, dan lain-lain. Berikut contoh kata ulang penuh dalam kalimat.
  • Petugas sensus mendatangi rumah-rumah warga.
  • Pendapat-pendapat yang ia kemukakan sering mendapatkan pujian.

Kata Ulang/Reduplikasi Sebagian atau Dwipurwa

Kata ulang sebagian atau dwipurwa  adalah kata ulang hasil pengulangan/reduplikasi sebagian unsurnya. Contohnya yaitu kata lelaki yang merupakan bentuk pengulangan sebagian dari kata laki; contoh lainnya yaitu kata pepatah yang merupakan bentuk pengulangan kata patah. Yang diulang pada kedua kata tersebut adalah suku kata pertamanya kemudian mengalami pelemahan vokal dari huruf a menjadi e.
laki -> lalaki -> lelaki
patah -> papatah -> pepatah
Berikut contoh kata ulang sebagian dalam kalimat.
  • Dia didatangi seorang lelaki di rumahnya.
  • Itu hanya sekedar pepatah, bisa benar bisa juga salah.

Kata Ulang/Reduplikasi Berubah Bunyi atau Dwilingga Salin Suara

Kata ulang berubah bunyi atau dwilingga salin suara adalah kata ulang hasil pengulangan/reduplikasi seluruh bentuk dasar tetapi salah satunya mengalami perubahan suara. Contoh:  bolak-balik, mondar-mandir
Berikut contoh kata ulang berubah bunyi dalam kalimat.
  • Sudah dua kali dia bolak-balik keluar masuk kamar mandi.
  • Dia mondar-mandir terus dari tadi.

Reduplikasi Dwiwasana

Dwiwasana adalah kata ulang hasil pengulangan/reduplikasi bagian belakang bentuk asalnya. Contoh: perlahan-lahan, pertama-tama.
Berikut contoh dwiwasana dalam kalimat.
  • Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga kita bisa berkumpul di tempat yang mulia ini.
  • Perlahan-lahan airnya mulai surut.

Kata ulang/Reduplikasi semu

Kata ulang semu adalah sebuah kata dasar yang bentuknya mirip kata ulang. Artinya kata tersebut bukanlah kata ulang meskipun bentuknya mirip kata ulang. Contoh: kupu-kupu, paru-paru.

Berikut contoh kata ulang semu dalam kalimat.

  • Ina sedang membuat agar-agar.
  • Lumba-lumba adalah mamalia yang hidup di laut.

Kata Ulang/Reduplikasi Trilingga

Trilingga adalah reduplikasi berupa pengulangan unsur (suku kata) sebanyak tiga kali: dag-dig-dug, cas-cis-cus, dan ngak-ngik-ngok
Berikut contoh kata ulang trilingga dalam kalimat.
Hatiku dag dig dug saat menantikan pengumuman para pemenang lomba.

Kombinasi Reduplikasi dan Proses Morfologis Lain

Reduplikasi sebagai proses morfologis juga bisa bersama dengan proses morfologis lainnya dalam membentuk sebuah kata seperti afiksasi, komposisi dan klitisasi. Berikut contoh kata yang mengalami reduplikasi dan afiksasi disebut juga kata ulang berafiks.
  • Kemerah-merahan
  • Berlari-larian
  • Kejar-kejaran
  • Tolong-menolong
Berikut contoh kata yang mengalami reduplikasi dan komposisi.
  • kereta-kereta api
  • kamar-kamar mandi
  • surat-surat kabar
  • kacamata-kacamata
Berikut contoh kata yang mengalami reduplikasi dan klitisasi.
  • cita-citaku
  • anak-anaknya
  • kuulang-ulang
Demikianlah pengertian, jenis-jenis serta contoh reduplikasi atau kata ulang menurut Blog Bahasa Indonesia Daring.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *