dafault fetured image

Pengertian, Macam-macam dan Contoh Morfem

Pengertian, Macam-macam dan Contoh Morfem – Morfem adalah bagian terkecil bahasa yang mengandung arti yang relatif stabil dan tidak dapat dibagi lagi. Untuk lebih jelasnya, berikut urut-urutan satuan bahasa dari yang terkecil sampai yang besar.

morfem -> kata -> frasa -> klausa -> kalimat -> paragraf

Sebuah kata masih bisa dibagi menjadi morfem-morfem penyusunnya, misalnya kata melakukan terdiri atas dua morfem yaitu {me-kan} dan {laku}. Kecuali jika kata tersebut adalah kata dasar maka, kata tersebut hanya terdiri atas satu morfem, contoh kata makan dan beli hanya terdiri satu morfem yaitu {makan} dan {beli}. Dalam studi morfologi, morfem biasanya ditulis dengan diapit kurung kurawal ({}).

Macam-macam atau Jenis-jenis Morfem

Morfem bisa diklasifikasikan menurut bentuknya, keutuhannya, dan maknanya, yaitu:

A. Jenis-jenis morfem berdasarkan bentuknya

Berdasarkan kebebasan atau keterikatannya, morfem dibedakan menjadi dua yaitu morfem bebas dan morfem terikat.

1. Morfem bebas

Morfem bebas yaitu morfem yang secara potensial dapat berdiri sendiri dalam suatu bangun kalimat, misalnya {saya}, {duduk}, {kursi}. Morfem-morfem tersebut bisa berdiri sendiri tanpa harus digabung dengan morfem lain. Morfem bebas biasanya berupa kata dasar/akar kata meskipun ada juga kata dasar yang berupa morfem terikat. Akar kata/kata dasar disebut juga dengan morfem dasar.

2. Morfem terikat

Morfem terikat yaitu morfem yang tidak bisa berdiri sendiri dan yang selalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk ujaran, misalnya {ber}, {meng}, {kan}. Morfem-morfem tersebut harus terikat dengan morfem lain agar bisa berdiri dalam sebuah kalimat misalnya berteduh, menganalisa, dan sebutkan. Morfem terikat bisa berupa afiks, klitik, morfem unik atau akar kata. Akar kata/kata dasar disebut juga dengan morfem dasar sedangkan kata dasar yang berupa morfem terikat disebut juga morfem dasar terikat.

  • Contoh morfem terikat yang berupa afiks: me-, me-kan, -an.
  • Contoh morfem terikat yang berupa klitik: -ku, -mu, -nya.
  • Contoh morfem terikat yang berupa morfem dasar terikat: juang, temu, gurau.
  • Contoh morfem terikat yang berupa morfem unik: petas, gulita dan siur. Artinya morfem –morfem tersebut hanya bisa berkombinasi dengan morfem tertentu yaitu petas pada beras menjadi beras petas, begitu juga dengan gelap gulita dan simpang siur.

B. Jenis-jenis morfem berdasarkan keutuhannya

Berdasarkan keutuhannya morfem dibedakan menjadi dua yaitu morfem utuh dan morfem terbagi.

1. Morfem utuh

Morfem utuh adalah morfem yang susunannya utuh atau tidak terbagi. Contoh: {lari), {pergi}, {angkat}, {lantai}. Morfem-morfem tersebut utuh susunannya dan tidak terbagi atau terpisah.

2. Morfem terbagi

Morfem terbagi adalah morfem yang perwujudannya dalam bentuk morfem diantarai oleh unsur lain. Misalnya morfem {ke-an}, morfem tersebut bentuknya tidak utuh atau unsur-unsurnya terpisah. Di antara ke- dan -an ada unsur lain misalnya unsur {satu} menjadi kesatuan. ke- dan -an pada {ke-an} adalah satu morfem meskipun terpisah.

C. Jenis-jenis morfem berdasarkan maknanya

Berdasarkan maknanya, morfem dibedakan menjadi dua yaitu morfem bermakna leksikal dan morfem tidak bermakna leksikal.

1. Morfem bermakna leksikal

Morfem bermakna leksikal adalah morfem yang mempunyai makna leksikal. Makna leksikal adalah makna kata atau leksem sebagai lambang benda, peristiwa, objek, dan lain-lain. Contohnya morfem {ikan}, {ku}, {jalan}, {dwi}, {rumah}, {buku}, dan {mu}.

Morfem bermakna leksikal tidak sama dengan morfem bebas. Morfem bermakna leksikal bisa berbentuk morfem bebas bisa juga berbentuk morfem terikat. Morfem {dwi} termasuk morfem terikat karena harus digabung dengan morfem lain misalnya dwibahasa, morfem {dwi} juga termasuk morfem bermakna leksikal karena morfem {dwi} mempunyai makna leksikal yaitu dua.

2. Morfem tidak bermakna leksikal

Morfem tidak bermakna leksikal adalah morfem yang tidak mempunyai makna leksikal tetapi mempunyai makna gramatikal. Makna gramatikal adalah makna yang muncul sebagai akibat hubungan antara unsur-unsur gramatikal dalam satuan gramatikal yang lebih besar. Misalnya, hubungan morfem dan morfem dalam kata, kata dan kata lain dalam frasa atau klausa, frasa dan frasa dalam klausa atau kalimat.

Contoh morfem bermakna leksikal bisa berupa afiks seperti {me}, {di}, {ter}, {ber}. Bisa pula berupa partikel seperti {dari}, {ke}, {dan}, {wah}.

D. Morfem Segmental dan Morfem Suprasegmental

1. Morfem Segmental

Morfem segmental adalah morfem yang terjadi dari fonem segmental atau atau dapat dibagi. Contoh morfem {meja}, bunyi morfem tersebut dapat dibagi menjadi me-ja atau m-e-j-a.

2. Morfem Suprasegmental

Morfem suprasegmental adalah morfem yang terjadi dari fonem suprasegmental. Fonem suprasegmental adalah satuan bunyi yang berupa tekanan, nada, atau jeda yang fonemis. Morfem suprasegmental tidak ada dalam bahasa Indonesia.

Referensi:
https://kbbi.kemdikbud.go.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Morfem

Berlangganan via Email

Subscribe
Notifikasi
guest
2 Comments
Terlama
Terbaru Paling terpilih
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Ali wafa
Ali wafa
9 April 2020 02:20

Whosoever termasuk apa?

Hosting Unlimited Indonesia