Pengertian, Macam-macam dan Contoh Morfem

Admin
Read Time1 Minute, 22 Seconds
Morfem adalah bagian terkecil bahasa yang mengandung arti yang relatif stabil dan tidak dapat dibagi lagi.
Untuk lebih jelasnya, berikut urut-urutan satuan bahasa dari yang terkecil sampai yang besar.
morfem -> kata -> frasa -> klausa -> kalimat -> paragraf

Sebuah kata masih bisa dibagi menjadi morfem-morfem penyusunnya, misalnya kata melakukan terdiri atas dua morfem yaitu {me-kan} dan {laku}. Kecuali jika kata tersebut adalah kata dasar maka, kata tersebut hanya terdiri atas satu morfem, contoh kata makan dan beli hanya terdiri satu morfem yaitu {makan} dan {beli}.
Dalam studi morfologi, morfem biasanya ditulis dengan diapit kurung kurawal ({}).

Macam-macam atau Jenis-jenis Morfem

Morfem bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Morfem bebas, yaitu morfem yang secara potensial dapat berdiri sendiri dalam suatu bangun kalimat, misalnya {saya}, {duduk}, {kursi}. Morfem bebas biasanya berupa kata dasar/akar kata meskipun ada juga kata dasar yang berupa morfem terikat. Akar kata/kata dasar disebut juga dengan morfem dasar.
  2. Morfem terikat, yaitu morfem yang tidak bisa berdiri sendiri dan yang selalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk ujaran, misalnya {ber-}, {meng-}, {-kan}. Morfem terikat bisa berupa afiks, klitik, morfem unik atau akar kata. Akar kata/kata dasar disebut juga dengan morfem dasar sedangkan kata dasar yang berupa morfem terikat disebut juga morfem dasar terikat.
  • Contoh morfem terikat yang berupa afiks: me-, me-kan, -an.
  • Contoh morfem terikat yang berupa klitik: -ku, -mu, -nya.
  • Contoh morfem terikat yang berupa morfem dasar terikat: juang, temu, gurau.
  • Contoh morfem terikat yang berupa morfem unik: petas, gulita dan siur. Artinya morfem –morfem tersebut hanya bisa berkombinasi dengan morfem tertentu yaitu petas pada beras menjadi beras petas, begitu juga dengan gelap gulita dan simpang siur.
0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pengertian dan Contoh Kata Ulang Berubah Bunyi

Kata ulang berubah bunyi atau dwilingga salin suara adalah kata ulang hasil pengulangan/reduplikasi seluruh bentuk dasar tetapi salah satunya mengalami perubahan suara. Perubahan suara tersebut bisa berupa huruf vokal maupun konsonan atau kedunya. Kata ulang berubah bunyi atau dwilingga salin suara merupakan salah satu jenis kata ulang. Untuk jenis kata […]