Penggunaan Tanda Pisah yang Benar Sesuai PUEBI

Admin
Berikut adalah aturan/kaidah penggunaan tanda pisah (—) yang benar sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
1.      Tanda pisah dapat digunakan untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
Contoh:
Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai— diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
Keberhasilan itu—kita sependapat—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.
2.      Tanda pisah dapat digunakan juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain.
Contoh:
Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diabadikan menjadi nama bandar udara internasional.
Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia—amanat Sumpah Pemuda—harus terus digelorakan.
3.      Tanda pisah digunakan di antara dua bilangan, tanggal, atau
tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.
Contoh:
Tahun 2010—2013
Tanggal 5—10 April 2013
Jakarta—Bandung
Demikianlah aturan/kaidah penggunaan tanda pisah (—) menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Sumber: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Penggunaan Tanda Hubung yang Benar Sesuai PUEBI

Berikut adalahaturan/kaidah penggunaan tanda hubung (-) yang benar sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). 1.       Tanda hubung digunakan untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.Contoh:Di samping cara lama, diterapkan juga ca- ra baru ….Nelayan pesisir itu berhasil membudidayakanrum- put laut.Kini ada cara yang baruuntuk meng- ukurpanas.Parut jenis […]