Beranda » Kebahasaan » Penulisan “di” yang Benar, Jangan Sampai Salah Lagi!

Penulisan “di” yang Benar, Jangan Sampai Salah Lagi!

Di dan di- tidaklah sama. Di adalah kata depan yang penulisannya harus dipisah. Sedangkan di- bukanlah sebuah kata melainkan imbuhan saja. Karena di- adalah imbuhan maka penulisannya pun disambung.

Dulu penulisan di dan di- ini sering tertukar. Di ditulis bersambung sementara di- ditulis dipisah. Namun karena banyak orang yang membahas kesalahan ini dan banyak juga pihak yang meluruskan agar penulisannya tepat, sekarang sudah banyak yang menulis di dan di- dengan benar. Meski demikian, kesalahan penulisan di dan di- masih saja terjadi meski tidak sesering dulu.

Untuk itu, artikel ini akan mencoba memaparkan kembali cara penulisan “di” yang benar.

Sesuai ejaan yang berlaku saat ini yaitu Ejaan Bahasa Indonesia, kata depan ditulis terpisah dari kata yang menyertainya. Di adalah salah satu kata depan, maka penulisan di harus dipisah dari kata setelahnya.

Contoh:

Benar Salah
Saya di sini.Saya disini
di dua tempat yang berbedadidua tempat yang berbeda
Di mana rumahmu?Dimana rumahmu?
Ada apa di sana?Ada apa disana?
di dalamdidalam
di luardiluar
di atasdiatas
di ujungdiujung

Di adalah kata depan yang menunjukkan tempat. Namun dalam bahasa percakapan, di juga bisa menunjukkan waktu contoh: di hari yang sama, di malam hari.

Kita jangan sampai menulis kata depan dengan disambung. Untuk di yang ditulis disambung mungkin tidak kelihatan aneh karena ada juga di- yang penulisannya disambung. Akan tetapi, bagaimana dengan kata depan lain seperti dari, untuk, hingga, dan akan. Bakal terasa aneh jika kita menulis darijakarta, untukitu, hinggananti, dan akanjadi. Meski ada juga kata depan yang penulisannya disambung seperti darinya, untukku, dan akankah, tetapi itu karena -nya, -ku, dan -kah yang penulisannya harus disambung bukan sebaliknya.

Baca Juga :  Contoh Majas Klimaks dan Antiklimaks

Sekarang kita bahas penulisan di- yang benar. Sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, imbuhan ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. Di- adalah imbuhan maka penulisannya pun dirangkai dengan kata dasar yang menyertainya. Di- ini merupakan prefiks atau awalan yakni imbuhan yang posisinya di awal.

Benar Salah
disebutdi sebut
dimakandi makan
dikerjakandi kerjakan
dijebloskandi jebloskan
dikenaidi kenai
diabaikandi abaikan
dibawadi bawa
dicintaidi cintai

Jangan sampai kita menulis imbuhan dengan dipisah dengan kata yang diikutinya. Akan terasa aneh jika kita menulis ber main, ter kejut, ke ada an, ikut i, k in erja. Sama halnya dengan imbuhan-imbuhan tersebut, imbuhan di- penulisannya tidak boleh dipisah.

Cara membedakan di dengan di- adalah dengan melihat maknanya. Di menunjukkan tempat sedangkan di- mempunyai makna dikenai suatu tindakan.

Di- sering kali diikuti oleh kata dasar yang berupa kata kerja. Kata kerja yang diawali prefiks di- berubah menjadi kata kerja pasif. Awalan di- juga kerap berkombinasi dengan akhiran -kan dan -i, seperti pada kata dikembalikan dan diikuti.

Meski biasanya di- diikuti kata kerja, sebenarnya di- tidak selalu diikuti kata kerja. Di- bisa juga diikuti kata selain kata kerja. Misalnya:

  • diikuti kata ganti pada kata diapakan;
  • diikuti kata benda pada kata dinomori, dipolisikan, disapu dan dirumahkan;
  • diikuti kata sifat pada kata ditinggikan dan direndahkan;
  • diikuti kata bilangan pada kata disatukan.

Meski begitu, kata yang bukan kata kerja, jika diikuti prefiks di-, akan berubah menjadi kata kerja pasif.

Jadi, cara membedakan di dan di- bukan dengan melihat kata setelahnya kata benda atau kata kerja, melainkan dengan melihat maknanya atau susunan yang dihasilkan. Di mempunyai makna menandai tempat sedangkan di- mempunyai makna dikenai suatu tindakan. Di yang diikuti kata lain menghasilkan frasa preposisional sedangkan di- yang diikuti kata dasar menghasilkan kata kerja pasif.

Baca Juga :  Penggunaan Tanda Tanya

Penulisan di dan di- yang benar ini pada kasus tertentu bisa digunakan untuk menghindari kerancuan penulisan kata yang berhomonim. Misalnya dikali dan di kali, kedua susunan tersebut memiliki makna yang berbeda. Dikali berarti diperbanyak sedangkan di kali berarti berada di sungai. Contoh lain misalnya kata diraut dan frasa di raut. Diraut bermakna diruncingkan seperti pada kalimat “Pensil itu diraut menggunakan rautan”, sedangkan di raut misalnya pada kalimat “Di raut mukanya, tampak sifatnya yang galak.”. bermakna berada di bentuk mukanya.

Pada kasus tertentu, penulisan di dan di- yang benar juga bisa digunakan untuk menghindari kerancuan penulisan kata yang berhomograf. Misalnya diserang tentu berbeda maknanya dengan di serang. Diserang berarti didatangi untuk dilawan. Sementara di serang memiliki arti berada di kota Serang.

Referensi: KBBI dan PUEBI

Subscribe
Notifikasi
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Previous

Beberapa hal yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Sedang Bosan di Rumah

Terima Kasih atau Terimakasih, Mana Penulisan yang Benar?

Next