Penulisan Halal Bihalal yang Benar

Istilah halal bihalal akan sering kita temui saat Idufitri tiba. Orang-orang sering kali menulis kata halal bihalal dengan cara dipisah. Sebenarnya penulisan seperti itu belum tepat. Lalu, bagaimana penulisan halal bihalal yang benar?

Penulisan halalbihalal yang benar adalah dengan ditulis serangkai (tidak dipisah), yakni halalbihalal bukan halal bihalal.

Mengapa halalbihalal ditulis serangkai?

Penulisan yang benar adalah halalbihalal bukan halal bihalal karena tulisan yang baku dan tercantum dalam KBBI adalah halalbihalal bukan halal bihalal. Penulisan kata/istilah yang benar (maksudnya: yang baku) memang harus mengacu pada KBBI. Jika menurut KBBI seperti itu, maka itulah penulisan yang benar.

Namun, kita harus tahu alasan mengapa dalam KBBI halalbihalal ditulis serangkai bukan?

Tulisan dalam KBBI mengikuti aturan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Sebenarnya, dalam PUEBI terdapat aturan bahwa gabungan kata yang sudah padu harus ditulis serangkai. Namun, PUEBI hanya mencantumkan contoh-contoh gabungan kata yang sudah padu yang asalnya dari bahasa Indonesia, bukan bahasa Arab.

Contoh-contoh gabungan kata yang sudah padu yang dicantumkan dalam PUEBI di antaranya: kacamata, olahraga, matahari, perilaku, dan apalagi. Semua kata tersebut semuanya dari bahasa Indonesia (mungkin juga serapan bahasa lain, selain Arab), tidak ada yang dari bahasa Arab.

Namun, karena dalam PUEBI tidak ada aturan lain yang mengatur penulisan gabungan kata yang harus ditulis serangkai, maka penulisan halalbihalal yang ditulis serangkai bisa jadi mengikuti aturan ini.

Jadi, mengapa tulisan halalbihalal ditulis serangkai? Jawabannya adalah, karena halalbihalal adalah gabungan kata yang sudah padu sehingga harus ditulis serangkai.

Kalau kita amati, gabungan kata lain yang diserap dari bahasa Arab juga ditulis serangkai. Misalnya: khatulistiwa, kata khatulistiwa berasal dari bahasa Arab. Kata tersebut adalah gabungan dari dua kata yaitu khat dan al-istiwa. Masih banyak contoh lain kata serapan dari bahasa Arab yang ditulis serangkai, seperti Idulfitri, Iduladha, Zulhijah, dan husnulkhatimah.

Apakah semua kata serapan dari bahasa Arab ditulis serangkai? Dalam KBBI, masih ditemukan kata serapan dari bahasa Arab yang ditulis dengan dipisah. Contohnya: sahibul mal.

Demikianlah penjelasan tentang penulisan halalbihalal yang benar. Oh iya, sebagai tambahan informasi, meskipun kata halalbihalal berasal dari bahasa Arab, tetapi dalam bahasa Arab yang asli (di negara-negara Arab) tidak ada istilah halalbihalal. Istilah halalbihalal sebenarnya muncul di Indonesia, dan tidak dikenal di negara-negara Arab.

Baca Juga:  Penggunaan Huruf Miring yang Benar Sesuai PUEBI
Subscribe
Notifikasi
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar