Beranda » Kebahasaan » Penulisan Nama Kota yang Benar

Penulisan Nama Kota yang Benar

Untuk bisa menulis nama kota dengan benar, kita harus tahu aturannya. Ada beberapa poin yang harus diperhatian dalam menulis nama kota. Penulisan nama kota ini diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) bagian Pemakaian Huruf Kapital.

Dalam PUEBI, disebutkan Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Karena nama kota adalah salah satu nama geografi maka penulisannya diawali huruf kapital. Contoh: Jakarta, Surabaya, Bandung, Palembang, Pontianak. Lalu bagaimana jika diikuti kata kota? Jika nama kota diikuti kata kota, kata kota tersebut juga juga diawali huruf kapital. Misalnya: Kota Semarang, Kota Medan, dan Kota Balikpapan. Ini juga berlaku untuk kabupaten. Misalnya: Kabupaten Belitung, Kabupaten Purwokerto, Kabupaten Kutai Barat.

Jika unsur nama geografi bukan berupa nama diri, maka penulisannya tidak diawali huruf kapital. Kata kota, sebenarnya adalah nama geografi, tetapi jika tidak digunakan sebagai nama diri, maka kata kota tidak diawali huruf kapital. Contoh: banyak orang yang merantau dari desa ke kota. Akan tetapi jika berupa nama diri maka penulisannya setiap unsurnya diawali huruf kapital. Contoh: dia merantau ke Kota Jakarta.

Jika nama geografi adalah nama jenis, penulisannya tidak diawali huruf kapital. Jadi, jika nama kota berupa nama jenis, penulisannya tidak diawali huruf kapital, contoh: jeruk bali. Harap diperhatikan bahwa contoh-contoh berikut bukanlah nama jenis: batik Cirebon, batik Pekalongan, batik Solo, batik Yogyakarta, dan batik Madura. Jeruk bali adalah salah satu jenis jeruk maka penulisannya tidak diawali huruf kapital. Sedangkan batik Pekalongan bukanlah salah satu jenis batik sehingga penulisan Pekalongan diawali huruf kapital.

Pada intinya, penulisan nama kota yang benar adalah dengan diawali huruf kapital termasuk kata kotanya. Kecuali jika berupa nama jenis, maka nama kota tidak diawali huruf kapital.

Baca Juga :  Penggunaan Tanda Titik Koma yang Benar Sesuai PUEBI

Referensi:
Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia, PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA, (Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016), hlm. 9-10.

Subscribe
Notifikasi
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Previous

Terima Kasih atau Terimakasih, Mana Penulisan yang Benar?

CPNS Guru Bakal Dialihkan ke P3K, Tidak Ada Lagi CPNS Guru

Next