Perbedaan Bahasa dan Sastra

Bahasa dan sastra adalah dua kata yang seringkali disandingkan. Misalnya digunakan sebagai judul buku pelajaran seperti Bahasa dan Sastra Indonesia. Bahkan jika hanya disebut bahasa Indonesia saja dan embel-embel sastra, tetap saja mata pelajaran tersebut juga mempelajari sastra. Itu artinya bahasa dan sastra memiliki kaitan yang erat. Namun sebenarnya bahasa dan sastra adalah dua hal yang berbeda. Apa perbedaan bahasa dan sastra?

Bahasa

Bahasa merupakan tanda-tanda yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tanda-tanda ini biasanya berupa lambang bunyi yang diucapkan lidah. Misalnya kita akan mengatakan “rumah” untuk melambangkan sebuah bangunan yang ditinggali manusia.

Bahasa ini bersifat atbirer alias manasuka, artinya kata atau lambang itu dibuat sesuka pembuatnya. Itulah mengapa sebuah bangunan tempat tinggal disebut rumah bukan mahru, alasannya karena suka-suka pembuatnya.

Meski demikian, lambang-lambang bunyi atau kata yang dibuat merupakan hasil kesepakatan dengan anggota masyarakat. Itu karena lambang-lambang bunyi tersebut akan digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, maka lambang-lambang bunyi tersebut harus dipahami oleh orang lain.

Bahasa yang digunakan orang di wilayah tertentu berbeda dengan dengan bahasa yang digunakan di wilayah lain. Itu karena bahasa tersebut dibuat oleh orang-orang yang berbeda. Dengan begitu jumlah bahasa di dunia sangat banyak. Ada bahasa Inggris, Jawa, Mandarin, dan yang lainnya.

Bahasa ini tidak hanya berupa lambang yang yang berupa bunyi saja. Melainkan bisa juga berupa gerakan atau yang biasa disebut dengan bahasa Isyarat.

Pada perkembangannya, bahasa tidak lagi hanya berupa bahasa lisan, melainkan juga muncul bahasa tulisan.

Bahasa ini tidak hanya dimiliki manusia, hewan pun juga memiliki bahasa. Namun, bahasa hewan hanya berupa bahasa lisan saja, tidak ada bahasa tulis.

Baca Juga :  Cerita Berbingkai

Sastra

Sastra merupakan seni dalam berbahasa. Artinya bahasa yang digunakan dibuat sedemikian rupa sehingga tercipta suatu keindahan atau estetika. Sastra seringkali digunakan untuk mengungkapkan perasaan, imajinasi, atau pengalaman jiwa, dan nilai-nilai kehidupan secara estetis sehingga pendengar atau pembacanya lebih terbawa suasana dari apa yang dibawakan dalam sastra tersebut. Contohnya ada banyak orang yang menangis karena mendengarkan seseorang membaca puisi.

Sastra tidak hanya berupa tulisan saja. Sastra juga bisa berupa lisan. Contoh sastra lisan misalnya pantun yang dibuat secara spontan dalam berkomunikasi.

Secara garis besar, sastra dibagi menjadi tiga yaitu puisi, prosa, dan drama. Puisi ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis seperti pantun, gurindam, talibun, dan lain-lain. Prosa juga dibagi-bagi lagi menjadi cerpen, novel, roman, dan lain-lain. Drama juga termasuk sastra. Contoh drama misalnya pertunjukan wayang, ketoprak, lenong, dan lain-lain.

Perbedaan Bahasa dan Sastra

Dari penjelasan di atas, bisa dikatakan bahwa bahasa dan sastra adalah dua hal yang berbeda tetapi saling berkaitan. Perbedaan bahasa dan sastra yaitu bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang berupa lambang-lambang tertentu bisa berupa bunyi yang diucapkan lidah, atau tulisan, bisa juga gerakan (isyarat). Sementara sastra adalah seni dalam menggunakan bahasa sehingga menghasilkan tutur kata yang estetis.

Bisa dikatakan kalau sastra sudah pasti menggunakan bahasa sementara bahasa belum tentu berupa sastra.

Subscribe
Notifikasi
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Previous

Pentingnya Kedisiplinan Siswa

Perbedaan Desa dan Kelurahan

Next