dafault fetured image

Perbedaan antara Klausa dan Kalimat

Kita bisa dengan mudah membedakan antara Klausa dan frasa dengan cara melihat ada tidaknya predikat. Lalu bagaimana perbedaan Klausa dan kalimat? ini terlihat sulit karena Klausa dan kalimat terlihat sama. Penggunaan istilah Klausa dan kalimat cukup membingungkan dan sering tertukar. Mari kita bahas dulu pengertian klausa dan kalimat.

Klausa adalah satuan gramatikal yang mengandung predikat dan berpotensi menjadi kalimat. Klausa setidaknya terdiri dari unsur subjek dan predikat. Klausa juga bisa mengandung objek, pelengkap, dan keterangan.

Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan terdiri atas klausa.

Berdasarkan pengertian klausa dan kalimat di atas, perbedaan antara klausa dan kalimat yaitu:

  • Kalimat relatif berdiri sendiri dan tersusun atas klausa. Itu artinya klausa tidak bisa berdiri sendiri. Klausa harus diubah dulu ke dalam bentuk kalimat agar bisa berdiri sendiri untuk mengungkapkan informasi atau pikiran secara utuh.
  • Kalimat mempunyai pola intonasi final. Intonasi final maksudnya adalah intonasi akhir. Dalam bahasa tulis intonasi final ini diwujudkan dalam bentuk tanda baca titik, tanda tanya, atau tanda seru. Selain itu, penulisan kalimat diawali dengan huruf kapital.

Itulah perbedaan antara klausa dan kalimat. Kalimat dan klausa sebenarnya sama-sama terdiri dari subjek dan predikat dengan atau tanpa unsur lain seperti objek, pelengkap, dan keterangan. Yang membedakan adalah ada tidaknya intonasi final dan aturan penulisan huruf kapital di awal kalimat. Selain itu kalimat bisa tersusun atas satu klausa bisa juga lebih dari satu klausa. Jika kalimat terdiri dari lebih dari satu klausa, kalimat tersebut disebut dengan kalimat majemuk atau kalimat kompleks. Sebenarnya yang disebut induk kalimat dan anak kalimat dalam kalimat kompleks adalah klausa.

Baca juga:
Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk (Kalimat Majemuk Setara)
Contoh Kalimat Kompleks dan Pengertiannya

Contoh kalimat yang terdiri dari satu klausa:

Saya lapar.

Kalimat tersebut terdiri dari satu klausa yaitu “saya lapar”.

Saya duduk di lantai.

Kalimat tersebut terdiri dari satu klausa yaitu ” saya duduk di lantai”.

Contoh kalimat yang terdiri dari dua klausa:

Ketika saya sedang belajar, saya ketiduran.

Kalimat tersebut terdiri dari dua klausa yaitu “saya sedang belajar” dan “saya ketiduran” . Kedua klausa tersebut dihubungkan dengan konjungsi “ketika.

Saya terlambat karena jalanan macet.

Kalimat tersebut terdiri dari dua klausa yaitu “saya terlambat” dan “jalanan macet”. Kedua klausa tersebut dihubungkan dengan konjungsi “karena”.

Demikianlah penjelasan tentang “perbedaan antara klausa dan kalimat”. Semoga bermanfaat.

Berlangganan via Email

Subscribe
Notifikasi
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Hosting Unlimited Indonesia