Teks Editorial (Tajuk Rencana) dan Pembahasannya

Admin
Read Time4 Minutes, 41 Seconds

Pada saat membaca surat kabar, kita bisa mendapati sebuah rubrik khusus yang disebut editorial atau tajuk rencana. Editorial atau tajuk rencana merupakan sebuah kolom khusus di media cetak yang berisi pandangan redaksi terhadap suatu berita atau peristiwa yang menjadi sorotan.

Editorial tidak sama dengan berita biasa karena berita memberikan informasi secara apa adanya dan objektif sedangkan editorial merupakan pembahasan subjektif oleh pimpinan redaksi media cetak yang bersangkutan terhadap sebuah peritiwa yang sedang banyak dibicarakan dan menjadi sorotan. Teks editorial lebih bersifat kritis, berisi kritik dan saran juga terdapat solusi di akhir pembahasannya.

Pengertian Teks Editorial/Tajuk Rencana

Tajuk rencana atau Editorial adalah artikel pokok atau rubrik dalam media cetak yang merupakan pandangan redaksi atas peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan ketika surat kabar itu terbit. Editorial biasanya mengungkapkan informasi atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik dan saran atas permasalahan, serta harapan redaksi akan peran serta pembaca.

Menurut KBBI Editorial adalah:

artikel dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar (majalah) tersebut mengenai beberapa pokok masalah

Sumber: KBBI

Mengidentifikasi Teks Editorial

Teks editorial merupakan ragam teks opini sehingga biasanya ditempatkan pada rubrik yang sama dengan ragam teks opini lainnya seperti artikel dan surat pembaca.

Kalau kita perhatikan rubrik pertama surat kabar berisi berita utama atau headline yang sifatnya memberi tahu pembaca. Setelah itu di halaman-halaman berikutnya disajikan berita-berita yang lebih spesifik dan diikuti berita mancanegara. Kemudian barulah disajikan rubrik opini. Hal itu dimaksudkan agar pembaca membaca berita-berita terlebih dahulu sebelum membaca teks yang lebih serius di halaman opini.

Teks editorial tidak sama dengan ragam teks opini lainnya karena teks editorial merupakan perwujudan sikap redaksi atau pimpinan media cetak tersebut terhadap peristiwa yang sedang hangat dibicarakan. Jadi teks editorial bukan dibuat oleh orang biasa atau kiriman pembaca melainkan dibuat oleh redaksi surat kabar tersebut.

Pembuatan teks editorial pun tidak sembarangan karena harus memiliki bahan berupa fakta yang sudah diuji kebenarannya sehingga teks editorial merupakan bacaan berbobot bukan sekedar gosip murahan apalagi hoaks. Selain itu teks editorial juga harus membahas peristiwa aktual dan bukan peristiwa yang biasa-biasa saja.

Berdasarkan isinya, teks editorial bersifat ekspositoris yang berisi tesis, argumentasi-argumentasi, dan penegasan ulang argumentasi-argumentasi tersebut. Ketiganya merupakan unsur yang harus ada dalam teks editorial.

Ciri-ciri Teks Editorial

  • Berisi pendapat redaksi atas peristiwa yang sedang hangat dibicarakan
  • Berisi ulasan tentang suatu masalah yang dimuat
  • Biasanya berskala nasional, berita internasional dapat menjadi tajuk rencana/editorial, apabila berita tersebut memberi dampak kepada nasional
  • Tertuang pikiran subjektif redaksi

Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Editorial

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, kamu sudah mengetahui kalau teks editorial dibuat dengan bahan berupa berita yang berisi fakta kemudian dibuat teks editorial yang berupa opini dari pimpinan redaksi tersebut. Dengan begitu, pastilah akan ditemukan banyak kalimat fakta dan opini di dalam teks editorial.

Untuk itu kalian harus bisa membedakan mana kalimat yang merupakan fakta dan mana kalimat yang merupakan opini.

Fakta merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi dan sulit dibantah karena bisa dilihat, didengar dan diketahui oleh banyak orang. Namun fakta masih bisa berubah jika ternyata ditemukan fakta baru yang lebih akurat.

Opini dalam teks editorial bisa berbentuk penilaian, kritik, prediksi, harapan ataupun saran. Opini masih bisa diperdebatkan karena belum tentu kebenarannya.

Struktur Teks Editorial

Secara umum struktur teks editorial tersusun dari: pengenalan isu (thesis), argumentasi, dan penegasan.

1. Thesis (Pengenalan Isu)

Thesis atau pengenalan isu merupakan bagian pembuka dalam teks editorial. Thesis berisi pengenalan isu yang akan dibicarakan pada bagian selanjutnya. Isu yang diangkat harus merupakan isu yang aktual atau menjadi pembicaraan banyak orang pada saat surat kabar itu terbit.

2. Argumentasi

Bagian ini berisi opini redaksi atas isu yang sudah dibahas pada bagian thesis.

3. Penegasan

Bagian ini merupakan bagian penutup teks editorial dan bisa berisi simpulan, saran, atau rekomendasi. Pada bagian ini dikemukakan juga harapan redaksi kepada para pembaca untuk turut serta dalam memecahkan isu yang dibicarakan.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Teks editorial memiliki kaidah kebahasaan yang sama seperti teks-teks jurnalistik lainnya. Berikut adalah kaidah kebahasaan teks editorial

  1. Kalimat retoris. Kalimat retoris berupa pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Kalimat retoris dimaksudkan untuk mengajak pembaca untuk merenungkan masalah yang dipertanyakan pada kalimat retoris tersebut.
  2. Menggunakan kata-kata populer. Meskipun editorial berisi argumentasi-argumentasi yang kritis tetapi bahasanya masih menggunakan kata-kata yang mudah dipahami, hal itu karena banyak pembacanya yang awam dan justru akan bingung kalau menggunakan kata-kata yang tidak biasa. Sesuai tujuannya teks editorial bertujuan untuk mengajak pembaca turut berpikir kritis tentu kalimat yang digunakan dalam teks editorial harus mudah dicerna.
  3. Menggunakan kata ganti penunjuk. Seperti: berdasarkan hal itu, dalam hal ini, dan lain sebagainya.
  4. konjungsi Kausalitas. Teks editorial menggunakan konjungsi yang menunjukkan hubungan sebab akibat seperti: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab, dan lain-lain.

Demikianlah pembahasan tentang teks editorial. Untuk lebih memahami pembahasan teks editorial di atas, kamu tentu harus melihat bagaimana contoh teks editorial. Pada pembahasan kali ini memang tidak disediakan contoh teks editorial, tetapi kamu bisa mencarinya sendiri di media cetak atau elektronik. Media berita online Indonesia seperti RRI, Media Indonesia, ataupun Kompas biasanya menyediakan halaman editorial atau tajuk rencana. Kamu bisa mencarinya di google dengan mengetikkan kata kunci “editorial hari ini” di kolom pencarian.

Dengan cara ini kamu bisa membaca beragam teks editorial asli dan fresh karena isu-isu yang diangkat masih menjadi pembicaraan pada saat kamu membacanya. Lain halnya jika kamu mencari di buku pelajaran, atau blog biasa. Biasanya contoh teks editorial yang disajikan hanya sekedar contoh dan topiknya sudah usang pada saat kamu membacanya.

Atau biar lebih mudah, langsung saja kamu bisa klik link-nya:

https://mediaindonesia.com/editorials
http://rri.co.id/editorial.html
https://kompas.id/kategori/opini/tajuk-rencana
Referensi:
Maman Suryaman, Suherli, dan Istiqomah, Bahasa Indonesia, (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018)
Kontributor Wikipedia. “Tajuk rencana.” Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Wikipedia, Ensiklopedia Bebas, 15 Sep. 2019. Web. 15 Sep. 2019.
0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Daftar Lagu Kebangsaan Negara-negara di Dunia

Kamu pasti tahu kan apa lagu kebangsaan negara kita? Lagu kebangsaan negara kita adalah “Indonesia Raya”. Apakah kamu hafal syairnya? Harus hafal. Kamu harus hafal lagu Indonesia Raya karena itu merupakan lagu kebangsaan negara kita. Jika kamu belum hafal, kamu harus menghafalkannya. Sudah seharusnya warga negara Indonesia hafal lagu Indonesia […]
music