teks negosiasi

Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri, Struktur dan Kaidah Kebahasaan

Postingan kali ini akan memaparkan secara lengkap materi tentang teks negosiasi yang meliputi: pengertian teks negosiasi, ciri-ciri teks negosiasi struktur teks negosiasi, dan kaidah/unsur kebahasaan teks negosiasi.

Pengertian Teks Negosiasi

Sebelum membahas pengertian teks negosiasi, kita perlu membahas dulu pengertian negosiasi itu sendiri. Negosiasi menurut KBBI adalah:

proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

KBBI

Jadi teks negosiasi adalah teks yang menuliskan proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dan pihak yang lain. Teks negosiasi memaparkan percakapan yang berisi tawar-menawar antara dua pihak. Negosiasi yang dilakukan oleh dua pihak secara lisan ditulis dalam bentuk teks dan teks itulah yang disebut dengan teks negosiasi.

Ciri Teks Negosiasi

Ciri-ciri teks negosiasi bisa dilihat dari ciri-ciri negosiasi itu sendiri, ciri-ciri negosiasi apabila dilihat dari isinya yaitu:

  • Menghasilkan suatu kesepakatan.
  • Menghasilkan keputusan yang sifatnya saling menguntungkan.
  • Merupakan sarana untuk mendapatkan penyelesaian.
  • Mengarah kepada tujuan yang praktis.
  • Memprioritaskan kepentingan bersama.

Struktur Teks Negosiasi

Sama halnya dengan jenis teks yang lain, teks negosiasi juga disusun oleh bagian-bagian yang menyusunnya. Bagian-bagian teks itu disusun menjadi satu kesatuan sehingga menjadi teks negosiasi. Struktur teks negosiasi terdiri dari tiga bagian utama yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Atau bisa juga kita menyebutnya dengan istilah pengantar, argumen, simpulan. Itulah struktur teks negosiasi.

Berikut adalah penjelasan tentang tiga bagian struktur teks negosiasi.

1- Pembukaan/Pengantar

Pembukaan atau pengantar dalam teks negosiasi berupa ucapan salam seperti: selamat pagi, selamat siang, assalamualaikum. Pada dasarnya pembukaan atau pengantar dalam teks negosiasi berisi yang kita gunakan ketika pertama kali menemui orang lain seperti permisi, halo, dan lain sebagainya. Selain itu jawaban dari salam tersebut juga masih dalam lingkup pembukaan atau pengantar dalam teks negosiasi. Kemudian pertanyaan atau pernyataan awal dalam percakapan juga masih masuk dalam bagian pengantar atau pembukaan. Jadi pembukaan atau pengantar dalam teks negosiasi berisi ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam memulai pembicaraan baik itu oleh pihak 1 maupun pihak 2.
Contoh:
Pembeli: selamat pagi, Bu.
Penjual: selamat pagi, Mas. Mau cari apa?
Pembeli: Saya mau mencari sepatu yang murah, ada?
Penjual: oh, ada. Ini silakan dipilih!

2- Isi/Argumen

Bagian ini adalah bagian inti dalam teks negosiasi. Pada bagian ini berisi percakapan yang berupa tawar-menawar antara pihak pertama dengan pihak kedua. Masing-masing pihak saling berunding dan berargumen hingga mencapai suatu kesepakatan.

3- Penutup/Simpulan

Bagian ini berisi kesepakatan antara kedua belah pihak. Misalnya jika kedua belah pihak yang bernegosiasi adalah penjual dan pembeli. Bagian ini berupa harga yang telah disepakati dan proses menukar uang dengan barang yang dibeli. Selain itu pada bagian ini juga berisi ungkapan-ungkapan yang digunakan untuk menutup pembicaraan atau ungkapan perpisahan. Contoh:
Pembeli: 90.000
Penjual: Baiklah kalau begitu.
Pembeli: Ini uangnya, Bu.
Penjual: Terima kasih.
Pembeli: Sama-sama.

Kaidah/Unsur Kebahasaan Teks Negosiasi

Setiap jenis teks mempunyai kaidah kebahasaan atau unsur kebahasaannya masing-masing. Adakalanya terdapat persamaan dan perbedaan di antara setiap unsur kebahasaan antara teks satu dengan teks yang lainnya. Hal itu wajar karena setiap teks pastilah menggunakan jenis atau susunan kata yang juga digunakan pada teks yang lainnya akan tetapi juga mempunyai karakteristik tersendiri dalam penggunaan unsur kebahasaan teks tersebut. Pada postingan kali ini, kita akan belajar tentang kaidah kebahasaan atau unsur kebahasaan teks negosiasi.

Teks negosiasi memaparkan percakapan yang berisi tawar menawar antara dua pihak demi mencapai suatu kesepakatan. Tentulah jenis teks ini mempunyai keunikan dalam unsur kebahasaan yang digunakannya. Lalu apa saja unsur kebahasaan yang digunakan dalam teks negosiasi? Berikut uraiannya:

1- Bahasa persuasif

Karena teks negosiasi berisi tawar menawar antara dua pihak. Pastinya pihak yang menawarkan produk atau jasa menggunakan bahasa persuasif. Bahasa persuasif adalah bahasa yang sifatnya mengajak, membujuk, atau merayu orang lain. Pihak pembeli atau pelanggan juga bisa juga menggunakan bahasa persuasif untuk membujuk pihak pemilik produk atau jasa agar mempermurah harga agar diperoleh kesepakatan. Contoh bahasa persuasif: “Ibu tampaknya cocok pakai daster yang ini, sini bu cobain murah kok bu!”.

2- Kalimat deklaratif

Pihak pembeli atau pelanggan pastinya membutuhkan informasi lengkap tentang produk atau jasa yang ditawarkan. Maka dari itu pihak pemilik produk atau jasa menjelaskan kepada pelanggan dengan menggunakan kalimat deklaratif. Kalimat deklaratif adalah kalimat yang bersisi pernyataan yang menjelaskan informasi mengenai suatu hal. Contoh kalimat deklaratif dalam teks negosiasi: Kemeja ini harganya Rp.120.000.

3- Bahasa yang sopan

Agar negosiasi berjalan lancar hingga kedua belah pihak saling menyepakati, perlu digunakan bahasa yang sopan. Tidak boleh menggunakan bahasa yang kasar atau membentak-bentak. Baik pihak 1 atau pihak 2 keduanya sama-sama perlu menggunakan bahasa yang sopan.

4- Konjungsi

Sebagaimana jenis teks yang lain, teks negosiasi juga menggunakan konjungsi atau kata hubung. Contoh: kalau begitu, jika, biarpun, apalagi, atau, dan lain-lain.

5- Menggunakan kalimat efektif

Agar maksud yang ingin disampaikan bisa dipahami oleh pihak yang diajak bicara, dalam melakukan negosiasi haruslah mengunakan kalimat yang efektif. Kalimat yang efektif adalah kalimat yang jelas, padat, singkat, dan lengkap serta dapat menyatakan maksud secara tepat. Jika kalimat yang digunakan tidak efektif, bisa berakibat terjadinya salah paham antara dua pihak yang melakukan negosiasi.

6- Pasangan tuturan

Pasangan tuturan maksudnya dua ujaran yang saling berpasangan misalnya: menawarkan-menolak tawaran, menawarkan-menerima tawaran, mengucapkan salam-menjawab salam, bertanya-menjawab, dan lain sebagainya.

7- Bersifat memerintah dan memenuhi perintah

Dalam negosiasi, karena kedua belah pihak saling tawar menawar maka kalimat yang digunakan ada yang bersifat memerintah dan memenuhi perintah. Kedua pihak bisa saling memerintah, hingga nantinya kesepakatan akhir bisa disepakati.

8- Menggunakan pronomina

Dalam melakukan negosiasi, kedua belah pihak saling menyebut diri lawan bicara menggunakan pronomina atau kata ganti. Contoh: Bu, Pak, Mas, Mbak, Anda, Saya, dan lain-lain.

9- Menggunakan kalimat langsung

Karena teks negosiasi memaparkan percakapan antara dua orang yang saling tawar menawar maka kalimat yang digunakan adalah kalimat langsung.

10- Menggunakan kalimat yang menyatakan sepakat atau tidak sepakat

Dalam bernegosiasi perlu digunakan kalimat yang berisi sepakat atau tidak sepakat. Biasanya untuk mencapai kesepakatan akhir, kedua belah pihak memerlukan proses yang cukup panjang dan saling sepakat dan tidak sepakat.

11- Kalimat perbandingan

Biasanya dalam melakukan negosiasi digunakan kalimat perbandingan. Contoh: Yang ini lebih mahal daripada yang ini.

Referensi:
sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id
kbbi.kemdikbud.go.id
ppg.spada.ristekdikti.go.id

Berlangganan via Email

Subscribe
Notifikasi
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar